Jumat, 07 November 2014

Seany Hudvest "The 1st Year at HU" / Tahun Pertama HU

Eric
London, evening 04:00 pm

Dia telah menyelesaikan esai terakhirnya hari ini. Sebagai akhir dari hari ni, eric memutuskan untuk memeriksa email terbaru dia. Selama 2 tahun terakhir eric telah berteman cyber dengan seorang putri duta besar Indonesia yang bertugas di Inggris. Namanya Seany Dewi Maharani Putri. Ya unik, namanya adalah seany. Ternyata eric mengenal keluarga seany sejak ia pertama kali menginjakkan kakikanya di Boarding School paling elit di Inggris. Sekolah asrama khusus pria dari berbagai kalangan elit, bangsawan seluruh dunia, juga sosialita ataupun pejabat yang ingin anaknya mendapatkan pendidikan terbaik sejak dini. Dari kindergarten hingga university.

10 tahun yang lalu
"hwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.............. hwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" tangis eric ketika dia baru berada di teras sekolah barunya.
"Abi, Rio Tak mau study macam tempat begini. Rio boleh pulang sama umi ke Brunei. "kata Eric disela-sela tangisnya.
"Kau stay near Grandfather and grandmother in London. Umi Gonna visit u everymonth with abi, myson." Kata Florence di menenangkan putra semata wayangnya.
"Everyweek end Your grandparent gonna pick u to their home hunny. Opa dan Oma selalu jaga eric. "
Kata Pangeran Mahkota Sultan Ibrahim Nur Mohamed.
"They are all right mydear, We are gonna taking care of u along you here. Your Father were studying here also when he was child like u." kata kakek dan nenek eric menenangkan mereka.
Seorang pengajar menjemput eric dan membawanya masuk ke dalam asrama. Ketika baru saja masuk kamar, ia bertemu teman sekamarnya.
"Hai, perkenalkan namaku Anggara, aku tahun ke 4. From Indonesia, I ve read your profil that i got new comer from brunei so u understand right talk Indonesia. "Kata laki-laki muda di hadapannya.
"Dont worry..semua akan baik-baik saja. Dulu ketika anggara pertama study kemari juga dia menangis kayak kamu. "kata pria paruh baya yang tinggal bersama istrinya mengatur baju anak laki-lakinya di lemari asrama.
Tiba-tiba seorang gadis berpakaian baju balet dengan tongkat ajaib dan sayap kupu-kupu datang berlari-lari masuk ke kamarnya.
"kakak..ani takut..kamar mandinya gelap dan semuanya laki-laki ditempat ini. Ani ga jadi pipis.."
kata gadis kecil seumuran eric yang datang dan merangkul pundak kakaknya itu.
Seany tiba-tiba terkejut melihat laki-laki 7 tahun yang botak dan biarpin masih kecil, otot-otot anak itu tampak liat dan kekar yang memperlihatkan body atlet yang sering berolahraga.
"seany..ini Errio Ericson Mohamed Akbar bin Ibrahim Nur Muhamed. Dipanggilnya Errio atau Rio. Dia teman sekamar kakak dari Brunei."
Eric bersembunyi dibelakang bahu kakaknya karena takut dengan penampilan eric yang botak, coklat dan menyeramkan, Eric memandang gadis itu dengan bingung dan mengulurkan tangannya.
Dengan masih berdiri di belakang bahu kakaknya, seany mengulurkan tangannya, bersalaman dengan eric.
"Hai.. aku ani..nama aku Seany Putri Dwi Maharani" kata seany dengan tersenyum pada anak botak itu.

Itulah perkenalan pertama eric dengan gadis itu. Dia adalah adik dari mantan teman sekamarnya. Tahun lalu Anggara berpindah ke apartemen di pusat london dengan berbagai temannya karena begitu selesai high school. Siswa telah dibebaskan dari asrama. Eric telah memiliki teman sekamar baru. Ia juga memiliki genk di sekolah asrama dia tinggal. Dia adalah Ron, Mike, Lee, dan Krisna. Mereka selalu bersama-sama diasrama dan sekolah.
Ron adalah seorang Pemuda america yang berasal Washington dan merupakan putra seorang senator US. Dia berteman dengan eric sejak kecil. Dia adalah teman pertama yang tahu eric menyukai seany dan pernah bertengkar hebat saat pertama kali berkenalan. Di tahun pertamanya eric sering dihukum bersama ron karena sering bertengkar. Ketika diakhir tahun pertama ketika eric seorang diri menyaksikan ron menangis di bawah pohon natal karena orang tuanya tidak datang menjemputnya untuk liburan musim dingin, eric mengejeknya dan mereka bertengkar hingga dihukum dan menjadi berteman lagi. 

 Setiap akhir liburan terpanjang sepanjang tahun, Ron selalu menemani eric menjadi mata-mata mengintip keluarga anggara ketika datang berkunjung menjenguknya. Seany sering ikut dan dari tahun ke tahun eric selalu memandangi gadis kecil berbaju balet dengan sayap peri dan tongkat ajaibnya tumbuh dengan sifat lembutnya dan ramah tamah kepada setiap orang yang ditemuinya. Setiap saat eric selalu menyamar dengan kumis palsu, kacamata tebal seperi cowok culun untuk sekedar berpura-pura membaca atau menjadi tukang bersih-bersih agar bisa melihat seany dari lebih dekat.

Eric tersadar dari lamunanya. ia sedang memeriksaa akun emailnya untuk sekedar melihat apakah seany telah membalas emailnya. Tak lupa pula ia memeriksa twiternya dan facebook kak anggara. Kak anggara masih sering mengajak eric main bareng walau sekedar fitnes, tenis atau hang out bareng. Eric dan anggara begitu akrab dan saling menyayangi seperti saudara sendiri.

To : errioericson_akbar@gmail
From: hudvest_seany22@gmail
Sj : Aji Dumped me (PLEASE OL SOON, u were 3 day offline)

Hai prince.. i gotta dumped today. I sew Aji kissed another girl instead of me. What a terrible day..wish u were here to kiss me back in fronth of him. who thing who is him. superfriend??
*(haloo, pangeran..aku telah dicampakkan hari ni. aku lihat aji mencium cewek lain dan ia tak sadar aku melihatnya. betapa menyebalkan..aku harap kamu disini untuk mencium bibirku juga didepan dia. dia pikir dia siapa? teman super?

Eric tersenyum memandang email itu dan senang bahwa gadis yang selalu ia selidiki diam-diam telah patah hati dengan pria yang disukainya di Indonesia. Ia berharap berani bilang ke anggara bahwa ia menyukai adiknya yang mana ia telah berteman selama 2 tahun ini dari email yang ia curi dari akun email anggara ketika ia lupa sign out dari laptop eric ketika 2 tahun lalu anggara memimjam laptopnya untuk internet.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar